RSS

GOLPUT

30 Des

Di mana-mana orang banyak bicara golongan putih (golput), yakni orang yang secara sengaja tak mau menggunakan hak pilihnya. Umumnya kaum golput ini kecewa terhadap system politik yang ada. Golput juga tidak meyakini perubahan yang lebih baik bakal terjadi lewat pemilihan dan macam-macamnya seperti pilpres, pemilihan legislative, dan pilkada.

Mereka yang golput pesimistis pada para aktor politik yang ada, baik yang di pusat maupun daerah. Golput melihat politik yang ada belum menyentuh kepentingan rakyat dan para pemilih khususnya. Mekanisme pemilu hanya melahirkan segelintir orang yang korup atau kelak akan menjadi ikut-ikiutan korup, menapaktilasi berbagai contoh buruk yang sudah terjadi. Bahwa ada banyak contoh bagus hasil pemilu, pilpres dan pilkada yang melahirkan pemimpin komit pada rakyat, professional dan penih integritas, para penggolput tak mau tahu. Mereka sudah aproiri dan tak punya lagi urat kepercayaan pada politik, actor politik dan mekanisme atau system yang mengatur semuanya.

Dapat disimpulkan ada beberapa macam golput. Pertama, golput ekstrem atau absolute, yakni mereka yang sudah patah arang pada politik. Superkecew. Perut terasa mual, kepala mendadak pusing, mereka yang masuk golongan ini tak mau terlibat atau dilibatkan dalam politik. Mungkin pernah trauma, misalnya tekanan politik atau intimidasi jaman dulu, di mana posisi politiknya identik dengan ruang tahanan, interogasi, penjara dan Nusakambangan.

Kedua, golput moderat, yang kegolputannya situasional dan tidak permanen. Gairahnya mencoblos melempem seiring dengan keloyoan parpol yang ada. Sebaliknya ketika parpol tampak antusias, hidup, dinamis dan kreatif membangun komunikasi poltik dengan rakyat, golput moderat cepat beralih meninggalkan posisi golputnya.

Begitu pula terhadap kandidat politik yang ada, entah yang untuk pilpres, pilegs, pilgub, bupati dan wali kota. JIka para kandidat yang ada loyo dan tidak memberikan optimisme apa pun, golput moderat bakal merebak. Namun, jika kandidat yang ada sebaliknyacukup menjanjikan dan memberikan harapan, maka mereka akan menanggalkan posisi golputnya. Mereka akan mencoblos dan berprilaku normal seperti aktivitas normal partisipan pemilih lainnya yang terlibat dalam kampanye, menghadiri rapat akbar hingga mencoblos kandidat atau parpol di bilik suara.

Sumber : Jurnal Bogor Kamis 30 Juli 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: