RSS

NEON TETRA

15 Apr

NEON TETRA
Neon Tetra adalah ikan akuarium yang sangat populer. Hal ini kokoh dan tidak mahal dan sering salah satu spesies ikan yang pertama di beli oleh pemula aquarist. Sebuah beting cerah dihiasi Neon tetra akan menambah warna akuarium. Karena Neon Tetra tinggal cukup kecil dan memiliki temperamen yang damai, mereka sering di temukan ndalam komunitas akuarium.
Klasifikasi NEON TETRA:
Neon tetras milik Paracheirodon genus dalam keluarga Characidae. Hal ini terkait erat dengan ikan akuarium populer lainnya seperti Cardinal tetra (Paracheirodon axelrodi) dan Neon Green tetra (Paracheirodon simulans). Yang kurang umum terus Black Neon tetra (Hyphessobrycon herbertaxelrodi) adalah yang lebih jauh namun relatif karena milik genus lain dalam keluarga Characidae; Hyphessobrycongenus.
Semua anggota dari genus Paracheirodon are native ke Neotropic ecozone di bagian utara Amerika Selatan dan tubuh mereka dihiasi dengan karakteristik gurat biru berkilau. Mereka sering disimpan bersama dalam masyarakat menanam akuarium dengan lembut, air asam dan suhu air tropis. .
GAMBARAN NEON TETRA:
Sama seperti jenis tetra lainnya, Neon tetra memiliki tubuh berbentuk gelendong dan hidung tumpul. Sebuah garis biru kerlap berjalan sepanjang setiap sisi tubuh, dari hidung dan semua jalan ke sirip adiposa. Neon tetra juga dihiasi dengan garis merah yang berjalan dari tengah tubuh bagian bawah sirip caudal. Sisi atas garis biru adalah hijau zaitun gelap teduh. Perut adalah warna perak dan sirip anus hampir transparan.
Selama malam, ketika ikan sedang beristirahat di tempat yang teduh, warna yang berkilauan akan dimatikan dan ikan akan tampak suram. Jika Anda dengan cepat menyalakan lampu di akuarium setelah periode lagi gelap gulita, Anda mungkin tidak melihat Neon Tetras Anda pada awalnya. Jika pewarnaan terus menjadi membosankan bahkan setelah beberapa waktu di dalam terang, Anda mungkin tetras sakit atau stres. Anda mungkin juga akan menjaga mereka pada diet yang tidak memadai.
Neon Tetra sering dicampur dengan Tetra Kardinal, karena mereka berdua fitur mencolok garis-garis merah dan biru. Tetra Kardinal bahkan kadang-kadang disebut sebagai “Red Neon Tetra” dalam bahasa sehari-hari, meskipun pada kenyataannya adalah spesies terpisah dan bukan variasi warna Neon Tetra. Membedakan kedua jenis satu sama lain Namun sama sekali tidak sulit jika Anda tahu apa yang harus dicari. Bawah garis biru berkilau, Anda akan melihat garis lateral merah di kedua spesies. Jika strip merah ini berakhir kira-kira setengah dari hidung ikan, Anda melihat sebuah Neon Tetra. Jika terus-menerus, bukan striping lebih lama lagi, Anda melihat sebuah Cardinal Tetra. Nama Kardinal Tetra berasal dari panjang, jubah merah dikenakan oleh para kardinal dan jubah ini tidak berakhir di tengah jalan.
PERBEDAAN JANTAN DAN BETINA DAN CARA PEMIJAHAN
Induk jantan dan betina sapat dibedakan dengan jelas , pada jantan terdapat garis biru lurus, sedangkan pada betina garis biru tersebut bengkok. Pemijahan Neon Tetra ini dapat dilakukan secara berpasangan dalam akuarium kecil dengan perbandingan jantan betina 1:1. induk dapat dipasangkan bila sudah siap memijah. Saat dipasangkan, induk tidak diberi pakan agar air tetap bersih. Walaupun tidak dianjurkan, ke dalam akuarium pemijahan dapat di beri tanaman air sebagai substrat, namun, kondisi air tersebut pun harus bersih. Oleh karena ikan akan memakan telurnya, sebaiknya akuarium diletakkan di tempat remang atau gelap agar induk tidak dapat melihat telurnya. Biasanya pemijahan ikan ini berlangsung malam atau sore hari. Sesudah bertelur, induk dapat di ambil atau dikeluarkan dari akuarium. Setelah 24 jam telur akan menetas. Biasanya air untuk pemetasan tidak diberi aerasi agar pH-nya stabil. Kalaupun di beri, aerrasinya sangat kecil. Ada pula yang memberi daun asam agar keasaman air terpenuhi. Larvanya berwarna transparan dan agak sulit dilihat dengan mata telanjang. Larva ini tidak toleran atau tahan terhadap sinar yantg kuat sehingga akan labih baik kalau dirawat di tempat gelap atau remang. Umur empat hari larva dapat mulai diberi pakan. Pakan larva pertama berupa infusoria yang diberikan selama tiga hari. Kemudian larva dapat diberi nauplli anemia atau kutu air saring. Pakan untuk pembesaran berupa kutu air besar. Pertumbuhan ikan ini9 termasuk cepat asalkan kondisinya cocok. Pembesarannya dapat dimulai dari benih berumur 3-4 minggu. Pada umur tersebut ikan sudah bisa dipelihara di tempat terang walaupun tetap harus teduh. Ukuran 1,8 cm atau umur 2,5 bulan sudah dapat di ju7al
BANDENG
Budidaya ikan bandeng telah lama dikenal oleh petani dan seat ini telah berkembang di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, utamanya di daerah Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan perairan payau dan pasang surut. Teknologi budidaya ikan ini juga telah mengalami perkembangan yang begitu pesat mulai dari pemeliharaan tradisional yang hanya mengandalkan pasok benih dari alam pada saat pasang sampai ke teknologi intensif yang membutuhkan penyediaan benih, pengelolaan air, dan pakan secara terencana. Ikan ini sangat digemari oleh masyarakat utamanya Sulawesi Selatan dan banyak sekali disajikan dalam bentuk ikan bakar di warung-warung makan untuk konsumsi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Harga ikan ini relatif murah, dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, sehingga dapat memberikan andil yang cukup besar dalam meningkatkan gizi masyarakat. Ikan bandeng sebagai komoditas budidaya yang telah mapan untuk tingkat petani tambak, upaya efisiensi budidayanya merupakan tuntutan utama, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani dan nelayan.
Budidaya ikan bandeng tidak hanya berkembang di air payau saja namun saat ini juga sedang berkembang di air tawar maupun laut dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Ikan bandeng sebagai komoditas budidaya mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan komoditas budidaya lainnya dalam hal :
1. Teknologi perbenihannya telah dikuasai dengan baik sehingga pasok benih tidak lagi tergantung pada musim dan benih dari alam.
2. Teknologi budidayanya baik di tambak maupun dalam KJA telah dikuasai dengan baik, secara teknis mudah diaplikasikan dan secara ekonomis menguntungkan.
3. Mampu mentolerir perubahan salinitas mulai dari 0-158 ppt sehingga areal budidayanya cukup luas mulai dari perairan tawar hingga ke perairan laut.
4. Mampu hidup dalam kondisi yang padat di keramba jaring apung (100-300 ekor/m3).
5. Pertumbuhannya cepat (1,6%/hari).
6. Efisien dalam memanfaatkan pakan FCR 1,7-2,2.
7. Pakan komersial untuk ikan ini sudah tersedia dalam jumlah cukup hingga ke pelosok desa.
8. Jaminan pasar baik dalam maupun luar negeri masih terbuka.
Permintaan ikan ini dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan baik untuk tujuan konsumsi, umpan bagi industri perikanan tuna cakalang maupun untuk pasar ekspor, sementara areal budidayanya di darat semakin hari semakin menciut akibat banyaknya lahan tambak yang dikonversi untuk kebutuhan pembangunan lain seperti untuk perumahan, industri, dan pariwisata yang pada gilirannya akan berdampak pada penurunan produksi.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi budidaya bandeng adalah dengan memanfaatkan perairan laut seperti muara sungai, teluk, laguna, dan perairan semacamnya yang memenuhi persyaratan baik teknis, sosial ekonomi, legalitas, maupun lingkungannya. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perairan seperti tersebut di atas layak untuk dijadikan lokasi budidaya dengan sistem keramba jaring apung. Pengkajian tentang kelayakan lokasi, tata lelak, dan desain keramba telah banyak dilakukan.
Penggunaan keramba jaring apung untuk budidaya bandeng di laut memiliki beberapa kelebihan di antaranya:
1. Efisien dalam penggunaan lahan
2. Mudah dalam pemanenan baik selektif maupun total
3. Mudah dipantau dan tidak memerlukan pengelolaan air yang khusus seperti di tambak
4. Produktivitasnya tinggi (350-400 kg/keramba 6 m3/musim tanam 6 bulan)
5. Skala usaha dapat disesuaikan dengan kemampuan modal dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lokasi budidaya.
Demikian halnya dengan ikan bandeng yang diproduksi dalam keramba jaring apung dapat memiliki standar kualitas ekspor yaitu:
1. Sisik bersih dan mengkilat
2. Tidak berbau lumpur
3. Kandungan asam lemak Omega-3 relatit tinggi jika dibandingkan dengan bandeng yang diproduksi pada tambak
4. Dagingnya kenyal dengan aroma yang khas sehingga sangat digemari sebagai ikan bakar di warung-warung sea food
5. Ukurannya bisa mencapai 600-800 g/ekor sesuai dengan permintaan pasar
SILVER DOLLAR
Silver Dollar ( Metynnis hypsauchen ) berasal dari sungai amazon, Amerika Selatan. Sifatnya cdenderung herbivore. Tubuhnya berwarna keperakan dan sangat aktif bergerak. Ikan ini sangat digemari pecinta ikan hias sehingga permintaannya tinggi. Silver Dollar juga disebut piranha imitator karena bentuk tubuhnya seperti piranha. Ikan ini sangat senang hidup di lingkungan perairan yang teduh dan tidak terlalu terang. Suhu optimalnya sedang, antara 25-28% C. keasaman air optimal sekitar 6,5 – 7,0 dengan kekerasan sekitar 10% dH.

PERBEDAAN JANTAN DAN BETINA DAN CARA PEMIJAHAN
Antara jantan dan betina ssngat mudah dibedakan. Jantannya lebih langsing dan di tandai dengan warna yang sedikit kemerahan pada sirip perut. Pada betina, warna sirip perut lebih merah. Selain itu, bentuk sirip jantan agak segitiga membulat, sedangkan betina tumpul lurus.
Untuk pemijahan diperlikan air bersih. Selain cacing dan jentik nyamuk, induknya akan senang jika diberi pakan sayuran seperti selada air. Pakan sayuran ini pin tampaknya dapat membantu menambah perbaikan kualitas telur. Ikan berpijah ditandai dengan induk yang lari saling kejar dan tampak sibuk. Bila sudah mulai senang, hal itu sebagai tanda bahwa hampir atau sudah selesai berpijah. Waktu berpijah antara pukul 08.00 – 11.00. setelah selesai berpijah, telurnya dapat diambil untuk ditetaskan. Pengambilan telur ini memang sangat sulit karena butuh ketelatenan. Untuk itu umumnya petani hanya memindahkan induknya saja, sedangkan telurnya di biar kan dalam wadah pemijahan hingga menetas. Ketinggian air untuk penetasan cukup sekitar 15 cm. Agar selama penetasan tidak ada serangan jamur, ke dalam air dapat ditambahkan metil biru 0,2 ppm. Telur yang diperlakukan dengan baik dan diberi aerasi biasanya akan menetas setelah 2 – 34 hari. Larvanya akan mulai berenang setelah 2 hari menetas. Bila larva sudah mulai berenang, airnya dapat diganti separuhnya. Penggantian air harus dilakukan setiap hari hingga airnya bebas dari kandungan metil biru. Setelah mulai berenang, larva dapat diberi pakan berupa infusoria atau artemia. Setelah beumur 3 – 4 hari, pakannya di lanjutkan dengan kutu air. Pembesaran ikan ini dimulai sejak benih berumur 2 – 3 minggu. Kegiatan pembesaran dapat dilakukan dalam akuarium, bak, maupun kolam semen. Selain akuarium, aerasi tidak dianjurkan diberikan dalam bak dan kolam. Tanaman air sangat diperlukan pada pembesaran ikan di kolam tertbuka. Fungsi tanaman air tetrsebut sebagai tempat ikan untuk berlindung. Pakan ikan pada pembesaran ini berupa cacing sutera. Pakan dapat ditambahkan selada air setiap hari. Sementara penggantian air untuk wadah akuarium harus lebih sering di banding kolam karena akuarium lebih sempit. Ukuran ikan siap jual bisa 2,5 – 3,0 cm. Biasanya ukuran ikan tersebut sudah bisa dicapai setelah ikan dipelihara selama tiga bulan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: