RSS

LIKA-LIKU PERJALANAN HIDUP SEBUAH SATELIT

16 Apr

Satelit komunikasi tanpa sadar atau tidak telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menonton siaran piala dunia langsung dari Jerman, bisa membawa telepon kemana-mana alias telepon seluler, mengobrol di dunia maya dengan orang-orang di berbagai belahan dunia lewat chatting dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua itu dapat kita lakukan karena adanya teknologi bernama satelit. Mungkin bagi mereka yang hidup di era sebelum modern, semua itu hanyalah angan-angan belaka.
Pada awalnya ide mengenai keberadaan satelit ini dikemukakan oleh Arthur C. Clarke. Generasi pertama satelit sangatlah kuno, bila dibandingkan dengan yang ada sekarang ini. Dulu, satelit terdiri dari satelit aktif dan pasif. Satelit pasif, seperti Echo I yang diluncurkan tahun 1960, tidak dilengkapi dengan sistem transmisi dua arah. Satelit pasif hanya menerima dan memantulkan kembali sinyal yang dikirim dari stasiun pemancar di bumi. Sedangkan Telstar I yang merupakan satelit aktif diluncurkan pada tahun 1962. Satelit ini memiliki kemampuan untuk melakukan proses penerimaan dan transmisi sekaligus. Jadi ketika sinyal dikirim, satelit kemudian memprosesnya dan mengirim kembali sinyal yang sudah diolah dari sistem satelit baru kemudian dikirim kembali ke stasiun pemancar di bumi. TEKNOLOGI SATELIT
• Dasar Satelit
• Geostationary Orbit
Pada mulanya Telstar, Echo dan satelit lainnya ditempatkan pada orbit rendah bumi. Namun pada posisi ini satelit ternyata bergerak mengelilingi bumi dengan sangat cepat sehingga terkadang sulit sekali bagi satasiun pemancar di bumi untuk melacak keberadaannya. Masalah ini kemudian diselesaikan pada tahun 1963 dan 1964 melalui peluncuran satelit Syncom. Satelit ini dirancang memiliki koordinat dan orbit yang tetap sehingga mudah untuk diketahui posisinya. Satelit ini berkeliling dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan bumi berotasi dan gerakannya disinkronisasikan dengan gerakan rotasi bumi. Salah satu keutamaan satelit ini adalah memiliki kemampuan untuk mengatur komunikasi dengan stasiun pemancar di bumi dalam cakupan areanya. Dengan begitu tercipta sistem komunikasi dengan jangkauan luas mencapai seluruh dunia. Namun hal ini bukan berarti orbit bawah dan menengah bumi ditinggalkan begitu saja. Orbit tersebut tetap dipakai untuk penginderaan jarak jauh hingga satelit komunikasi spesial.

• Uplinks dan Downlinks
Uplinks adalah transmisi dari stasiun pemancar di bumi ke satelit. Sedangkan Downlinks merupakan proses transmisi dari satelit ke stasiun pemancar di bumi. Stasiun pemancar mengirim sinyal melalui antena atau parabola dan transmitter yang memperoduksi sinyal gelombang mikro berfrekuensi tinggi. Setelah menerima sinyal satelit mengirim kembali sinyalnya sendiri ke stasiun pemancar di bumi. Satelit menerima sinyal yang keras. Satelit mengubah frekuensi sinyal untuk mencegah kekacauan antara uplink dan downlink. Satelit kemudian mengirim sinyal ke bumi yang diterima oleh satu atau lebih stasiun pemancar di bumi. Untuk menciptakan sebuah hubungan satelit menggunakan transponders, perangkat yang membantu pengiriman pesan dua arah.

• Bagian-bagian dari Satelit
• Antena Satelit
Faktor penting yang mempengaruhi jaringan komunikasi satelit adalah bentuk antena satelit. Transmisi satelit berfokus pada wilayah tertentu di bumi berdasarkan aplikasi satelit dan dimana satelit diproyeksikan.
• Ruang Satelit dan Antena
Satelit komunikasi ditempatkan di 1000 mil jauhnya dari orbit bawah bumi untyk menciptakan area penyangga. Area ini ditujukan untuk mengurangi gangguan selama transmisi berlangsung. Pada tahun 1980, FCC memutuskan untuk menempatkan satelit komunikasi saling berdekatan satu sama lain untuk membuka ruang orbit tambahan. Hal ini dilakukan karena jumlah ruang orbit yang semakin menyempit. Selain bidang teknologi ternyata masalah ruang orbit ini juga mendapat perhatian dari bidang politik dan ekonomi. Dari segi politik diatur bahwa tidak setiap negara bisa dengan mudahnya meluncurkan satelit, ada aturan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Ini berdampak pada segi ekonomi, karena dibatasiny satelit untuk diluincurkan maka banyak perusahaan yang menghabiskan dana besar demi meluncurkan satelitnya dan satelit-satelit yang telah ada di orbitnya menjadi aset ekonomi yang diperebutkan.
• Sistem Daya
Daya listrik satelit diasup melalui konversi sinar matahari menjadi energi listrik oleh energi matahari dan perangkat pendukung. Selain dari energi matahari satelit juga menggunakan sumber daya lainnya. Satelit dilengkapi dengan perangkat pendorong yang digunakan saat meluncurkan satelit dan persediaan bahan bakar ketika satelit berada di orbitnya.
• Metode Transmisi
Seperti sistem komuniaksi lainnya kapasitas informasi dari sebuah satelit terbatas karena satu dan lain hal. Untuk satelit hal tersebut menyangkut jumlah transponder dan daya untuk persediaan sistem transmisi. Pergerakan satelit saat ini bersifat digital dan proses tekniknya membutuhkan sedikit persyaratan sehingga mengurangi biaya. Implikasi yang paling penting dari hal ini adalah kemajuan dari digital compression, yang membuat satelit komunikasi dapat digunakan kelompok yang lebih luas. Keuntungan ini menyangkut industri komunikasi seperti dpaat dilakuaknnya telekonferensi, multimedia, dan pasar produksi video.
• C-Band dan Ku-Band
Hingga tahun 1980-an transmisi satelit komunikasi komersil diorganisasikan dalam jangkauan 4/6 GHz yang dikenal dengan C-Band. Namun setelah itu berkembang jangkauan baru, K-Band. Tipe pertama dari jangkauan ini adalah Ku-Band dengan 12/14 GHZ. Kelebihannya adalah dapat melakukan transmisi daya transmisi dari satelit ke bumi yang lebih besar. Daya yang besar ini juga membuat piringan yang dimiliki satelit menjadilebih kecil. Ku-Band ini juga lebih fleksibel daripada C-Band.
• Very Small Aperture Terminal (VSAT)
Teknologi Ku-Band memacu perkembangan dari sistem satelit yang menggunakan very small aperture terminal (VSAT). VSAT adalah sebuah piringan padat yang dipasangkan dengan perangkat keras listrik untuk menciptakan sistem komunikasi yang efektif dari segi harga yang merupakan bagian dari satu atau lebih tempat. Walaupun begitu, Ku-Band juga memiliki kekurangan, yaitu rentan untuk mengalami gangguan transmisi yang diakibatkan oleh hujan.

PELAYANAN SATELIT UMUM
Di Amerika Serikat, satelit komunikasi digunakan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Pemerintah biasanya mengunakan satelit baik untuk kepentingan militer maupun non-militer. Bagi pihak swasta, satelit Western Union’s Westar I yang diluncurkan tahun 1974 merupakan satelit komersil pertama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi domestik. Dalam hal ini FCC turut membantu perkembangan industri melalui pembentukan kebijakan. Sebuah perusahaan yang ingin meluncurkan dan mengoperasikan satlit komunikasi komersil harus mendapat persetujuan dari FCC.
Kemunculan satelit sebagai sesuatu yang mendominasi bidang komunikasi merupakan cerminan dari keandalannya dan kapasitas salurannya yang menjangkau luas. Selain itu kemampuan satelit untuk mengatur beragam informasi, menjangkau banyak tempat dan menjangkau area yang tidak terjangkau oleh jaringan di darat juga merupakan keutamaan satelit.

• Intelsat, Inmarsat dan Comsat
Pasar internasional telah didominasi oleh Internasional Telecommunications Satellite Organizations (Intelsat). Intelsat ditemukan pada 1964 dalam konsosium satelit. Intelsat memiliki dan mengoperasikan satelit yang mendukung distribusi televisi internasional dan sinyal telepon. The Communication Satellite Corporation (Comsat) melayani seperti parlemen Amerika Serikat terhadap Intelsat. Hal ini membuat Comsat sangat berkuasa dan memiliki satelit organisasi yang menjangkau jarak jauh yang mendukung pelayanan yang komplit. The International Maritime Satellite Organization (Inmarsat) adalah satelit komunikasi tanpa batas yang ditujukan penggunaannya untuk kapal di laut, kilang minyak, dan bahkan tempat yang sangat terpencil.

• Teleports
Satelit dapat bekerja sama dengan sistem komunikasi darat. Keduanya berdiri sendiri sebagai sebuah sistem namun dapat saling bergantung satu sama lain untuk hal-hal tertentu. Integrasi kedua sistem ini telah dicoba oleh teleport di New York. Serangkaian stasiun bawah tanah mengikat teleport untuk satelit baik nasional maupun internasional dan jaringan berkecepatan tinggi tersedia untuk sambungan lokal. Teleport juga ikut membantu pertumbuhan industri komunikasi. Perkembangan teleport melayani perusahaan dengan kemampuan untuk membangun hubungan satelit.

• Satelit, Penyiaran dan Industri Kabel
Program televisi yang disalurkan melalui satelit merupakan tulang punggung dari industri TV kabel di Amerika Serikat. Perusahaan program televisi mengirim sinyal ke satelit yang kemudian diterima oleh perusahaan kabel dan baru kemudian disalurkan ke para pelanggan. Teknologi yang sama juga membantu munculnya jaringan baru yang disediakan oleh organisasi dengan kendaraan distribusi nasional..
Satelit dan Konflik Perebutan
Program televisi disalurkan oleh satelit kepada perusahaan kabel di Amerika Serikat. Ketika sinyal diterima maka saat itu juga para pelanggan menerima sinyal yang sama. Distribusi semacam ini memang efektif namun dapat menjadi masalah bagi perusahaan kabel dan penyedia program. Pemilik satelit lain dapat mengakses program tanpa harus melalui perusahaan kabel lokal. Masalah ini semakin serius ketika industri yang menjalankan sistem seperti itu yaitu The Televison Receive Only (TVRO) mulai tumbuh dengan pesat. Banyak warga Amerika yang memiliki sistem ini karena dengan sistem ini mereka dapat menonton program berlangganan dengan gratis. Hal ini menimbulkan respon dari pihak program berlangganan. Pada tahun 1980-an perebutan kembali pun dilakukan oleh HBO. Akibatnya sinyal tidak akan bisa diterima tanpa memiliki alat khusus penerima sinyal tersebut. jadi, pemilik pemilik piringan harus membayar untuk mendapat akses ke program atau secara ilegal mengubah dekodernya. Konflik ini memperlihatkan bahwa teknologi yang membantu kemajuan sistem komunikasi kita berpotensi untuk menghancurkan kita.

SATELIT PEMANCAR LANGSUNG
Direct Broadcast Satellite (DBS) adalah jenis satelit yang dapat mengenalkan pelayanan baru dalam berkomunikasi. Satelit ini dapat beroperasi dalam K-Band dan mampu melewati media konvensional untuk memancarkan program secara langsung kepada konsumen. Ada dua konsep penting dalam DBS yaitu ukuran piringan dan pilihan program.
Ukuran piringan menjadi perhatian bagi perusahaan DBS karena semakin kecil piringan maka akan semakin padat, tidak begitu mahal, dan pengaturannya mudah. Hal ini juga membuat mereka memikirkan sebuah satelit khusus yang dapat dipindahkan, tidak seperti milik sistem HDS. Pilihan program juga sangat penting, Perusahaan DBS dapat menyediakan para pelanggannya berbagai program dengan film sebaik program televisi dan olahraga.

• Sejarah awal
Selama tahun 1980, beragam perusahaan mengajukan ide tentang DBS. Pengajuan sistem DBS sebenarnya memiliki kekurangan yaitu kapasitas saluran yang terbatas. Kebutuhan akan daya dan berat berdampak pada jumlah transponders dan saluran yang dapat didukung oleh sebuah satelit. Berdasarkan hal tersebut, tidak ada inovasi DBS berkekuatan besar yang mampu beroperasi. Beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain :
Pengembangan dari sistem nasional membutuhkan investasi modal yang begitu besar.
Perluasan industri VRO/HSD dan VCR yang begitu cepat, memperburuk situasi ini, karena sebelumnya banyak konsumen yang banyak menggunakan sistem ini.
Para pelanggan hanya dapat menerima saluran dengan jumlah yang terbatas.
Industri DBS tidak mampu mencapai tingkat target keuangan yang sudah ditentukan.

• Pilihan Digital
Teknologi digital dan prosesnya telah digunakan untuk membuat DirecTV menjadi sebuah pelayanan yang efisien dan komprehensif. Beberapa batasan yang dimiliki saluran telah disingkirkan dan sinyal audio dan video yang lebih canggih dapat dikirim. Film, PPV dan lengkapnya program satndar yang ditawarkan membuat DirecTV sangat kompetitif dengan sistem kabel. Selain itu, dengan DirectTV terdapat pilihan untuk mengirim data berkecepatan tinggi dengan internet. Oleh sebab itu, pelayanan satelit yang kita gunakan dapat melayani kebutuhan kita baik informasi maupun hiburan.

SATELIT, JURNALIS DAN BERITA
• Satelit Pengumpul Informasi
Satelit komunikasi telah berevolusi menuju fase berikutnya dalam industri televisi, yaitu televisi. Stasiun televisi menggunakan satelit untuk menditribusikan berita dan berpartisipasi dalam pengumpulan data melalui satelit (SNG). Ketersediaan satelit yang banyak, biaya yang rendah, dan peralatanyang mudah untuk dibawa kemana-mana membuat stasiun menciptakan pengaturan jarak jauh sendiri. Untuk itu, sebuah stasiun TV harus memiliki sebuah van atau truk dan piringan portable yang kemudian digunakan untuk meliput berita dan melakukan liputan langsung yang dapat dilihat saat itu juga oleh pemirsanya. Kemampuan in memungkinkan sebuah stasiun TV untuk mengirimkan pesan atau informasi dari jarak yang jauh.

• Operasi Badai Gurun
Teknologi satelit membuat operasi badai gurun menjadi sebuah perang yang “nyata”. Khalayak dapt menyaksikan langsung berbagai peristiwa yang tejadi selama perang. Namun inovasi ini menuang kontroversi dari warga Amerika Serikat, ada yang pro dan kontra. Salah satu kasus yang heboh adalah laporan dari reporter CNN, Peter Arnett, yang mengumpulkan informasi-informasi tentang Irak lewat teknologi ini. Tindakannya dikritik oleh Victory Committee yang mempermasalahkan liputannya dimana saat itu ada kebijakan untuk menyensor semua hal yang menyangkut Irak.

• Operasi Pembebasan Irak
Daerah yang sama yang mengalami operasi badai gurun kembali mengalami konflik pada awal tahun 2003. Namun ketika itu reporter ikut dengan satuan militer dalam meliput berita. Dengan menggunakan satelit dan teknologi lainnya para jurnalis ini dapat mengumpulkan hasil laporan dari lapangan selama mereka ikut dalam unit satuan militer yang bergerak. Menanggapi hal ini Ted Koppel pun berpendapat bahwa keikutsertaan jurnalis dalam satuanmiliter ketika meliput dapat dijadikan alat propaganda militer. Hasilnya kemudian banyak blog, situs-situs jurnalis yang berkisah tentang kebenaran di Teluk Persia. Konflik di Teluk Persia memeprlihatkan kemampuan media untuk menyampaikan berita pada saat peristiwa itu terjadi. Walaupun begitu beberapa pertanyaan timbul mengenai benturan antara teknologi dan pemikiran tentang liputan yang baik seperti :
Apakah dampak dari teknologi?
Apakah liputan yang baik melebihi teknologi?
Apakah kecepatan penyampaian berita saat ini mengubah proses penyampaian berita itu sendiri?
Apakah seorang reporter yang baikselalu mengacu pada teknologi yang digunakannya?
Kesimpulannya bahwa teknologi tidak bisa menjawab semua masalah liputan dalam konflik. Tugas seorang jurnalis-lah yang diperlukan untukmembuat suatu peristiwa menjadi berita yang baik dikonsumsi publik. Teknologi hanyalah sarana penunjang dan bukannya pengganti seorang jurnalis.

• Penginderaan Jarak Jauh dan Berita
Media pemberitaan telah mengadopsi sistem berbasisi satelit lainnya untuk mendukung liputan mereka, yaitu satelit penginderaan jarak jauh. Satelit ini merupakan sateli yang canggih yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan perangkat lainnya. Satelit ini dapat memantau bumi dengan orbit suksesif. Satelit ini membantu untuk mendokumentasikan karakteristik fisik bumi sebaik perubahan alam. Terakhir menyangkut dampak dari penebangan hutan dan polusi. Satelit ini juga dapat memotret sebuah tempat terpencil dan menyiarkannya di media.
Dibalik kelebihannya satelit ini ternyata tidak disukai oleh pihak pemerintah termasuk pemerintah Amerika Serikat. Jika semua tempat di bumi dapat dipantau dan disiarkan media maka tindakan militer yang disembunyikan oleh pemerintah dapat terbongkar. Oleh karenaitu pemerintah membuat batasan terhadap penggunaan teknologi ini.
Hal tersebut memicu reaksi dari Radio-Television News Director Association dan kelompok media lainnya. Masalah bukanhanya sampi disitusaja, media masih berhadapan dengan hambatan lain yang dapat mengekang gerak mereka untuk melakukan liputan investigasi. Salah satunya datang dari masalah teknik satelit itu sendiri. Jika satelit tidak pada orbit yang tepat maka akan terjadi penundaan pengiriman informasi dan hal ini berdampak pada peliputan berita breaking news. Walaupun begitu satelit penginderaan jarak jauh masih menjanjikan.
Pemerintahan Amerika Serikat pun masih melanjutkan peran mereka dengan mengeluarkan kebijakan tentang lisensi satelit penginderaan jarak jauh. Namun selama kebijakan ini masih dalam pengembangan lebih lanjut maka kebijakan tersebut masih samar-samar dan media pemberitaan masih cukup leluasa untuk melakukan liputan dengan menggunakan satelit penginderaan jarak jauh ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 16, 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: