RSS

Jalan Rusak, Semua Bisa Rusak

02 Mar

Saya seorang warga pendatang dari Sumatra bersemangat ketika berbicara soal kondisi jalan di Kota Bandung. Rupanya kejengkelannya pada kondisi jalan yang rusak sudah memuncak. 1.”Ini mobil kok kakinya rusak terus,” katanya.Mobil yang dikendarainya kerap mengalami “cedera kaki” sampai harus diganti. Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kaki-kaki mobilnya itu tidak sedikit. Ia merogoh kocek hingga Rp 6 juta.
1.Tidak hanya saya yang kesal, Muchtar (55), seorang sopir angkot rute Riungbandung-Dago juga merasakannya. “Sebenarnya mobil ini sudah minta diganti kakinya gara-gara selalu lewat jalan yang rusak di Cipamokolan,” katanya.Munculnya lubang-lubang jalan baru sudah menjadi rutinitas di musim hujan. Apalagi tiga bulan belakangan hujan di Kota Bandung sedang besar-besarnya.Dampak secara langsung dapat dirasakan oleh warga, salah satunya yang dialami Dodi dan Muchtar. Perbaikan kaki-kaki mobil itu pun membawa hal tersendiri bagi bengkel yang menyediakan jasa perbaikan kaki-kaki mobil walaupun tidak berpengaruh besar.
“Sehari rata-rata bisa empat mobil. Paling banyak bisa mencapai sepuluh,” kata Agus (40) salah seorang montir bengkel di Jalan Seke-jati.Hal itu berbeda dengan pengalaman Linda (50) pemilik usaha bengkel di Jalan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Bandung.2.Jalan berlubang parah pernah membuat pemasukannya menurun sampai 50%. Pada 2009 kemarin omzetnya menurun drastis akibat pengguna jalan mengambil jalur alternatif untuk menghindari lubang dan genangan air di kawasan itu. Kerisauan itu kini ia rasakan kembali.
“Kalau keadaan jalan dibiarkan terus-menerus seperti ini, bisa menurunkan omzet,” kata Linda (50) pemilik bengkel yang bertempat di Jalan Cipamokolan Raya.Jalan Cipamokolan itu diakui Linda pernah mendapat perbaikan pada tahun 2009. 3.Namun, ketika musim hujan terjadi keadaan kembali seperti semula.Gorong-gorong yang penuh dengan tanah dan kotoran semakin menambah kuantitas air di badan jalan. Akibatnya, air yang seharusnya mengalir melalui saluran air malah menggenang di jajan.Menurut warga Cipamokolan, Henggi (31), penyebab kerusakan itu ialah muatan berlebih yang diangkut kendaraan-kendaraan besar. 4.”Waktu ada pembangunan kompleks jalan ini dilalui truk besar-besar yang bebannya lebih dari 20 ton mungkin,” katanya.
Menurut dia, jika pembangunan jalan ini dikerjakan dengan benar, lubang-lubang besar yang ada seperti saat ini tidak akan ada lagi. Lubang-lubang yang berdiameter sekitar satu meter dengan kedalaman sekitar 20 cm kembali mewarnai Jalan Cipamokolan.Senin (23/2) saat berkunjung ke Kec. Rancasari, Wali Kota Bandung Dada Rosada beserta pejabat di lingkungan Pemkot Bandung merasakan sendiri lewat di jalan yang amburadul. Ia lantas menginstruksikan agar jalan segera diperbaiki.Akan tetapi, tentu tak serta-merta. Ada 153 lokasi yang antre diperbaiki. Mana yang akan diperbaiki dulu, perlu ada pembahasan lebih lanjut. “Dana yang ada hanya Rp 58 miliar untuk perbaikan jalan di Kota Bandung,” kata Dada.

Ket :
1. Argumentasi, karena kalimat tersebut merupakan suatu bentuk retorika ( cara berbicara ) yang berusaha mempengaruhi pendengar / pembaca agar bertindak sesuai dengan keinginan argumentor.
2. Penalaran, karena kalimat tersebut merupakan suatu proses berfikir yang menghubungkan fakta / evolusi.
3. Penalaran, karena kalimat tersebut merupakan suatu proses berfikir yang menghubungkan fakta / evolusi.
4. Argumentasi, karena kalimat tersebut merupakan suatu bentuk retorika ( cara berbicara ) yang berusaha mempengaruhi pendengar / pembaca agar bertindak sesuai dengan keinginan argumentor.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 2, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: